Komunitas Mari Bersepeda Lipat Makassar (Ma’seli) menggelar sepeda santai guna mempromosikan daerah parawisata di Sulawesi Selatan dengan tajuk Geopark Celebes Explorer. Sabtu, 23/11/2019

Kegiatan yang dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan di Makassar, Hal tersebut diungkapkan ketua Ma’seli Syamrudin usai bertolak menuju Makassar-Pangkep, rute jelajah geopark 2019.

Para peserta memasuki lokasi Tonasa Park sebagai pitstop 1, diikuti dari berbagai provinisi diantaranya Jogjakarta, Surabaya, Bandung, Sorong dan Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini merupakan sebuah event wisata alam, yang digagas langsung oleh Dinas Pariwisata dan bekerjasama dengan Manajemen Geopark Maros Pangkep.

Pada sambutan bupati Pangkep Syamsuddin Hamid mengatakan rute geopark sepanjang 42 km dan tonasa park sebagai salah satu lokasi persinggahan dalam rute tersebut.

“Tonasa Park ini sebelumnya adalah Pabrik Tonasa Unit 1, yang sudah lama tidak beroperasi dan disulap menjadi kawasan bermain dan destinasi wisata yang berada di kabupaten pangkep,” jelasnya.

Komisaris Tonasa Tour & Travel sekaligus kepala biro humas yang mewakili manajemen PT Semen Tonasa Said Chalik menyampaikan, jelajah geopark 2019 tidak salah memilih Tonasa Park menjadi salah satu lokasi persinggahan Celebes Explore.

“Memasuki kawasan pabrik Tonasa I yang sudah ditutup pada 1984. Pabrik ini yang dulunya mulai dibangun 1960 dan produksi pertama 1968 dengan kapasitas produksi 120 ribu ton, namun dengan berjalannya waktu pabrik yang dulunya beroprasi disulap menjadi objek wisata keluarga yang tidak salah menjadi objek yang wajib dikunjungi karena keindahan yang dikeliling perbukitan dengan dinding nyaris tegak lurus,” imbuhnya.

Dikunjungi 750 orang peserta Ma’Seli. Direktur Tonasa Park Syamsul Rizal menjelaskan, Tonasa I Milik PT Semen Tonasa yang juga sebagai salah satu tujuan destinasi wisata di kabupaten Pangkep.

“Tonasa park dulunya eks pabrik dan disulap menjadi taman dengan payung-payung digantung terbalik, hidroponik buah melon, dan sajian festival lampu”.

“Tak hanya itu, ada juga jembatan timbangan mobil, bangkai truk pown yang juga menjadi latar belakang objek foto dan juga ada jejeran akuarium hias yang berisikan pelbagai jenis ikan hias”.

“Tak jauh dari sana, terdapat juga lokasi berusa foto dengan sebuah sepeda raksasa, tiga kali tinggi manusia. Sehingga taman luas inilah yang ramai dikunjungi, terutama setiap akhir pekan.” ungkapnya

(HUMAS/AFR)