Budaya saling memaafkan dalam perayaan Idul Fitri lebih populer disebut halal-bihalal. Halal bi halal sudah menjadi tradisi di negara-negara yang memiliki penduduk mayoritas umat muslim. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang. Dalam pengertian yang lebih khusus, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Lebaran adalah pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu duniawi. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah selesai melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan.

Selasa, (12/7/16), PT Semen Tonasa mengadakan Halal Bi Halal bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep dan Tokoh Masyarakat sekitar perusahaan. Acara berlangsung di Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa dan dihadiri oleh Jajaran Komisaris dan Direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, serta keluarga besar PT Semen Tonasa yang terdiri dari Dewan Komisaris, Dewan Direksi, KIKST dan karyawan PT Semen Tonasa serta undangan diantaranya Distributor, perusahaan pelayaran, perbankan dan relasi PT Semen Tonasa.

Halal bi Halal yang rutin diadakan setiap tahun setelah perayaan Idul Fitri ini, menjadi media bagi manajemen PT Semen Tonasa untuk meningkatkan hubungan baik dengan stakeholder perusahaan. Selain itu, moment halal bi halal juga menjadi ajang bagi keluarga besar PT Semen Tonasa untuk saling memaafkan.

Dirut PT. Semen Tonasa, Andi Unggul Attas mengatakan, tradisi halal bi halal menjadi sarana untuk merajut kembali hubungan persaudaraan yang retak, menyambung kembali tali silaturrahim yang renggang bahkan terputus, membangun rasa saling kasih kepada sesama manusia, karena kita semua tak pernah luput dari apa yang namanya dosa. Semoga kita yang telah usai melaksanakan ibadah di Bulan Suci Ramadhan dan telah mohon ampun kepada Allah SWT, serta proaktif merajut simponi kemanusian ditengah-tengah keluarga dan masyarakat, benar-benar temasuk bagian dari golongan ‘Aidin wal Faidzin, yaitu golongan yang kembali kepada fitrah kesucian dan meraih kemenangan, urainya.

Komisaris Utama PT. Semen Tonasa, Idrus Paturusi menyampaikan Idul Fitri memiliki arti kembali kepada kesucian atau kembali ke asal kejadian. Idul Fitri diambil dari bahasa Arab, yaitu fitrah yang berarti suci semoga kesucian yang kita dapatkan, betul-betul kita mulai dari nol dan semua bersih. Mari kita mulai menyingsihkan lengan baju serta merajut kebersamaan untuk menunjang kinerja di masa yang akan datang. Keberadaan PT Semen Tonasa merupakan amanah dari negara, sehingga keberadaan PT Semen Tonasa harus dijaga dan didukung, ungkapnya.

Siraman rohani halal bi halal disampaikan oleh Ustad Rajamuddin P.Spdi, yang menyampaikan bahwa halal bi halal sebenarnya doa bagi umat muslim agar termasuk kedalam orang-orang yang baik dan termasuk kedalam orang-orang yang mendapat kemenangan. Sehingga silaturahmi menjadi teramat penting, hubungan silaturahmi antara PT Semen Tonasa dengan Pemerintah maupun masyarakat harus selalu terjalin dengan baik demi kelangsungan umat beragama dan kesejahteraan masyarakat, urainya. (Humas.st/Saf)