KIKST Semen Tonasa bekerjasama PPTQ Al-Imam Ashim mengadakan sosialisasi Pembangunan Pondok Pasantren Tahfidzul Qur’an yang terletak di Mawang Sungguminasa Kab.Gowa Sulawesi Selatan. Pondok pasantren ini dibangun diatas tanah yang telah diwakafkan oleh Almarhum H. Wahab Candoko yang dulunya menjabat Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa. Kegiatan dilaksanakan di mesjid Raodathul Muttaqin Tonasa II Jum’at, (24/2/16), dihadiri oleh ibu -ibu pengajian yang berasal dari majelis ta’lim Bungoro, Tonasa I, Bontoa, Tonasa II.

Turut hadir Ketua Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam Semen Tonasa H. Lukman, SE, MM, Astuti Subhan, Lailatul Qadri Djoko Sulistianto, Hj. Syahriana Wahab Candoko, Ketua Yayasan Al Imam Ashim Kh. Syam Amir Yunus, SQ. Ketua Pembangunan PPTQ Putri Al Imam Al Hasyim Hj. Masnawati Mappasawang, SH, M.Kn, penasehat Yayasan Al Imam Al Hasyim Dr. Ir. A. Majdah M,Zain, M.SI.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan program dan lingkungan yang ada di pesantren tersebut di atas, selain itu Sosialisasi ini juga dimaksudkan untuk menyamakan visi dan misi Pesantren Qur’an untuk mecetak Da’I Hafal Qur’an yang berakhlak qur’ani, berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi, berjiwa kemauan, kemampuan yang nyata, Mudah-mudahan dengan hadirnya  Pesantren Al-Imam Ashim ini, bisa memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat sekitarnya dan umumnya kepada seluruh Indonesia hingga menuju pribadi dan masyarakat qur’ani.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Dakwah dan Pendidikan Islam Semen Tonasa H. Lukman, SE, MM, mengatakan “PT. Semen Tonasa telah membina sekitar 70 guru mengaji, di samping memproduksi barang yang berkualitas dengan harga yang bersahabat di masyarakat, juga memberi kontribusi dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan kemaslahatan lainnya,” ungkapnya.

KH. Syam Amir Yunus, SQ, selaku Ketua yayasan PPTQ Putri Al Imam Ashim menyampaikan rasa syukurnya karena sampai sekarang ini yayasannya masih menjalin silaturahmi yang baik dengan PT. Semen Tonasa, “Semoga aktivitas yang dilaksanakan terkhususnya pertemuan kali ini menjadi pertemuan yang diberkahi Allah SWT”, harap Amir Yunus.

Lanjut Hj. Masnawati Mappasawang, SH, M.Kn, selaku Ketua Pembangunan PPTQ Putri Al Imam Al Hasyim, menyatakan bahwa masih sedikit sekali wanita yang bisa menjadi penghapal Al-Qur’an (Hafidzha), karenanya diupayakan untuk membentuk sebuah kampus khusus untuk wanita penghapal Al-Qur’An dengan menerapkan metode “Menghapal Al-Qur’an semudah tersenyum”. Yang nantinya akan menjadi proyek pertama di Sul-Sel dan menjadi salah-satu yang termegah di Indonesia Timur.

“Semoga berkat doa dan dukungan dari berbagai pihak, kampus tersebut menjadi pondok yang bisa mengkolaborasikan antara sekolah Tsanawiyah dan Penghapal Al-Qur’an”, harapnya.

Dalam tausiyahnya, Drs. Kh. H. Amirullah Amri menegaskan tentang membentengi diri dengan Al-Qur’an. Amirullah mengajak generasi muda untuk selalu menghayati kandungan kitab suci Alquran. Hal itu bertujuan agar generasi muda dapat membentengi dirinya dari hal yang sesat dan merusak diri. Amirullah berpesan kepada para orang tua agar lebih membentengi dirinya terlebih kepada anak-anaknya.

“Semoga generasi muda ini bisa mencintai, memahami dan mengamalkan ayat suci Al-Qur’an”, tutup Amirullah. (Humas.st/Asd)