Perkembangan improvement dan inovasi PT Semen Tonasa dalam tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Baik dari segi keikutsertaan, kualitas improvement serta potensi penghematan yang dihasilkan perusahaan BUMN tersebut.

Tercatat di tahun 2010, konvensi diikuti 11 pemakalah dengan nilai penghematan Rp.7,3 miliar. 2011, konvensi diikuti 20 pemakalah improvement dan inovasi dengan total penghematan Rp.17 miliar, kata Yetti Ifneldi selaku ketua panitia konvensi mutu PT Semen Tonasa yang ke XXIV yang dilaksanakan di auditorium kantor pusat PT Semen Tonasa, Kamis (21/3) kemarin.

Sedangkan untuk tahun 2013, lanjut Yetti, diikuti 62 pemakalah yang terdiri dari 8 pemakalah dari kategori gugus kendali mutu/proyek kendali mutu, 13 pemakalah dari kategori sistem saran, 4 dari kategori lima R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin serta 37 pemakalah dari kategori inovasi. “Total penghematan yang dihasilkan dari konvensi mutu kali ini adalah sebesar Rp.145 miliar,” ungkapnya.

Yetti mengungkapkan, perusahaan menyadari bahwa untuk memperkuat daya saing yang dikarenakan adanya persaingan pasar yang semakin ketat dan target perusahaan yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Maka, perusahaan perlu meningkatkan inisiatif strategis berupa improvement dan inovasi dari unit-unit kerja, yang dilakukan dalam upaya efisiensi di segala bidang tanpa mengorbankan kualitas produk, kinerja peralatan, kondisi lingkungan dan keamanan.

Dampak dari improvement dan inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas menuju sebuah perusahaan yang ramah lingkungan dan pencapaian Proper Hijau yang telah dicanangkan sebagai target perusahaan ditahun ini, terangnya.

Sementara Direktur Utama (Dirut) PT Semen Tonasa, Andi Unggul Attas menegaskan, tantangan kedepan akan semakin berat. Target 7.000.000 ton yang harus diproduksi dan dipasarkan menjadi tolak ukur PT Semen Tonasa kedepannya. Untuk itu, manajemen dan seluruh karyawan harus selalu berusaha mencari peluang-peluang baru dengan melakukan terobosan yang briliant yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan, khususnya dalam menekan biaya.

Sehingga, kata dia, perusahaan semakin tangguh dalam menghadapi persaingan yang pada akhirnya dapat meningkatkan margin laba yang lebih baik.Sebab, hasil usaha (laba) perusahaan inilah yang dapat dipergunakan untuk pengembangan usaha serta meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.

Untuk mencapai target tersebut, tidaklah mudah. Harus dilakukan cara atau metode-metode yang baru yang diikuti dengan kerja keras. Salah satu cara untuk mencapai target ini adalah melalui kegiatan improvement dan inovasi, tegasnya.

Tak hanya itu, Unggul juga meminta, agar cara-cara yang dipakai selama ini dalam bekerja harus selalu dievaluasi. Yang tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini harus ditinggalkan, yang masih selaras tetap dipertahankan seraya melakukan improvement dan inovasi secara berkesinambungan, agar diperoleh hasil yang lebih baik. “Kita harapkan, kegiatan ini dapat menjadi ajang sharing knowledge bagi seluruh karyawan PT Semen Tonadan dan Semen Indonesia pada umumnya,” harapnya. (saf)