Selasa, 21 Januari 2015 di Masjid Raudhatul Muttaqin tidak seperti biasanya, jamaah kedatangan seorang ustadz kondang asal Klaten, Jawa Tengah, tepat setelah selesai melaksanakan Shalat Maghrib secara berjamaah, seseorang dari jamaah yang merupakan ketua Yayasan Daqwah Pendidikan Islam (YDPI) dr. Sujasmin Nur langsung naik ke mimbar dan memberitahukan kepada seluruh jamaah untuk mendengarkan ceramah dari ustadz Wuntat Wawan Sembodo dalam rangkaian acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilakukan di TK Semen Tonasa II dan di Perumahan Baru. Para jamaah pun sintak tak ada yang mau meninggalkan tempatnya.

Tak lama kemudian ustadz yang ditunggu-tunggu pun naik ke mimbar dan mengucapkan salam pada seluruh jamaah, dan jamaah pun dengan semangat membalas salam dari sang ustadz.

Dalam ceramahnya ustadz Wuntat berpesan tentang pentingnya menghidupkan sunah Nabi disaat orang-orang sudah mulai luntur pada ajaran-ajaran agama. Ustadz yang tinggal di Jogja ini, juga menceritakan kisah Nabi sejak kecil, perjuangan Nabi dan berharap dari kisah tersebut bisa mengambil hikmah dan contoh suri teladan dari kepribadian Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini ustadz Wuntat juga menyampaikan perihal tentang pentingnya keteladanan orang tua pada anak, dan beliau juga mengamanatkan bagaimana menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang saleh. Dengan gaya yang khas dan penuh dengan gerakan membawa jamaah hanyut dalam ceramahnya, sesekali membuat para jamaah tertawa dari lelucon sang ustadz. Ceramah singkat ini tidak hanya dihadiri oleh orang tua, tetapi beberapa anak pun ikut hadir mendengarkan ceramah tersebut.

Walaupun singkat namun banyak manfaat dan wejangan yang didapatkan oleh para jamaah dari ustadz Wuntat Wawan Sembodo. (Humas/Why&Hkm)