PT Semen Tonasa menargetkan menjadi pilar industri semen terbaik di Indonesia, meski sejumlah tantangan besar dihadapi dalam menuju pertambahan usia di 50 tahun ini.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Semen Tonasa, Subhan AK, saat menyampaikan sambutan pada Gala Dinner Perayaan 50 tahun perusahaan penghasil semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI), Jum’at 09 November 2018 bertempat di Ballrom Hotel Sheraton Four Points Makassar.

“Perjalanan 50 tahun tentu banyak pelajaran yang dihadapi, ini menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan industri yang kedepan tidak mudah,” ujarnya.

Meski demikian, pada tahun ini berbagai strategi dan sinergi dengan holding Semen Indonesia terus dilakukan untuk senantiasa menjaga eksistensi perusahaan. Hal ini tentunya semakin membuat Semen Tonasa semakin siap menghadapi kompetisi industri semen yang tidak mudah.

“Di usia 50 tahun ini, tentu menjadi kebangkitan baru Semen Tonasa dalam menghadapi kondisi industri semen 5 tahun ke depan yang tentu tantangannya juga cukup besar,” paparnya.

Apalagi memang tidak dipungkiri, industri semen saat ini over suplay, dan memang 3 tahun terakhir kondisi industri semen mengalami kompetisi yang luar bisa sehingga berdampak pula pada perusahaan.

“Hanya pada 2014 dirasakan kondisi industri semen pada momen terbaiknya, setelah itu kompetisi industri semen semakin ketat. Kendati demikian, kami tetap optimistis dapat membawa perusahaan ini bisa eksis hingga 1.000 tahun lagi berkat dukungan dari holding,”harapnya.

PT Semen Tonasa menargetkan ekspor semen sebesar 2 juta ton pada tahun 2019 mendatang. Dalam memenuhi target tersebut, Semen Tonasa akan bersinergi dengan Semen Indonesia Group selaku holding untuk menggarap potensi negara-negara yang akan dijadikan pasar ekspor di tahun depan.

“Tahun depan, kita target 1,5 juta ton sampai 2 juta ton ekspor. Salah satu negara yang kita bidik adalah China. Karena China cukup besar permintaannya, apalagi ada kebijakan pemerintah disana yang mengurangi pabrik-pabrik semen,” ungkapnya.

Untuk tahun ini, Subhan mengaku, pihaknya masih fokus ekspor ke negara-negara yang dekat dengan Semen Tonasa. Sebab, dari sisi logistik lebih kompetitif. Seperti Timor Leste, Australia, Bangladesh dan Filipina. Terlebih, secara regional, beberapa negara tersebut mengalami surplus minus Filipina.

“Insya Allah, memang strategi kita adalah meningkatkan ekspor. Disamping kita optimalkan domestik. Sampai akhir tahun ini, kita targetkan ekspor 1,3-1,4 juta ton,” katanya.

Agar produksi optimal, lanjut Subhan, pihaknya kombinasikan penjualan domestik dan ekspor dengan komposisi 80:20. Karena kebutuhan ekspor beberapa kawasan mengalami peningkatan terutama Australia. Namun yang dieskpor itu hanya akses dari produksi Semen Tonasa. “Pasar terbesar kita masih domestik. Dengan program pemerintah menggenjot infrastruktur, kita harapkan pasca Pilpres nanti, kondisi bisa membaik. Sehingga permintaan domestik meningkat,”ujarnya.

Subhan berharap, momentum setengah abad perusahaan akan menjadi titik balik kebangkitan dalam menghadapi persaingan yang tidak mudah. “Kita yakin 50 tahun menjadi moment kebangkitan Semen Tonasa,”pungkasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama (Komut) Semen Indonesia, Sutiyoso berharap kerjasama antar seluruh karyawan dan pimpinan untuk lebih memacu perusahaan dalam memperoleh keuntungan.

“Kita harus bisa menjadi raja di negeri sendiri. Tentunya dengan kekompakan karyawan dan pimpinan, kerjasama yang baik dan saling bahu-membahu memajukan kinerja perusahaan,” tandasnya.

Diakhir acara diadakan penyerahan penghargaan kepada mantan petinggi-petinggi Semen Tonasa yang pernah memimpin perusahaan ini. Juga penghargaan kepada para distributor dengan kategori penjualan terbaik. Dan tak kalah menarik adalah pentas parodi 50 tahun Semen Tonasa dari era kepemimpinan masing-masing dirut. (Humas.st/Saf)