Kerukunan Istri Karyawan Semen Tonasa (KIKST) menyelenggarakan pelatihan dasar bagi ibu-ibu tentang cara bertanam Hidroponik bagi Pemula yang dikoordinir oleh Seksi Pendidikan, diikuti sebanyak 59 peserta, terdiri dari pengurus dan anggota KIKST, ibu-ibu perumahan lama, perumahan baru, bungoro indah, samalewa, dan tonasa I, berlangsung di Kantor Diklat Lantai 2 PT Semen Tonasa, Kamis, (16/3).

Menurut Penasehat KIKST Hj. Lailatul Qadriyah Joko Sulistiyanto yang menjadi Instruktur pada pelatihan ini mengatakan, “Bertanam hidroponik itu menyenangkan, mudah, murah, bisa dikonsumsi sendiri dari hasil panen yang fresh karena tidak menggunakan pestisida, dan ini amat cocok dilakukan bagi Ibu-Ibu apalagi tidak membutuhkan tempat yang luas, bisa di area pekarangan saja,” imbuhnya.

Laila yang gemar membaca ini juga menjelaskan tentang Hidroponik yang berarti budidaya tanaman, atau bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Selain itu, bercocok tanam secara hidroponik sangat mudah diterapkan karena pemakaian pupuk yang lebih hemat, pemakaian air yang lebih efisien, lingkungan kerja yang lebih bersih dan sehat. Dalam bertanam hidroponik, yang diperlukan hanya air, cahaya matahari atau buatan, CO2, oksigen untuk perakaran, makanan dan perhatian lebih,” Ungkapnya.

Lulusan Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1991 ini lebih jauh menjelaskan, Untuk bertanam hidroponik perlu mengetahui media tanam yang digunakan, dan cara memberi nutrisi. Selain air sebagai dayanya, bisa juga memakai beberapa media lain, baik media semai maupun penopang tanaman.

“Tak hanya itu, sistem yang digunakan juga bermacam-macam seperti, rakit apung yang menggunakan prinsip penggenangan, dimana akar diberi genangan air dan nutrisi secara terus menerus. Selain sistem rakit apung, juga ada sistem wicks/sumbu yang prinsipnya hanya membutuhkan sumbu untuk menghubungkan nutrisi dan media tanam seperti halnya kompor minyak tanah. “jelasnya.

Menurut Ketua KIKST Inasritaty Putri Alim Bakti, mengatakan, “Pelatihan ini sengaja kami jalankan adalah untuk menambah pengetahuan Ibu-Ibu dalam bercocok tanam tanpa tanah, dan juga bisa langsung dikonsumsi hasilnya dalam keadaan segar,” urainya.

Peserta pelatihan sangat antusias dalam menyimak dan menerima materi yang disampaikan.

Acara dilanjutkan dengan Praktek penanaman hidroponik dan pemberian nutrisi pada tanaman hidroponik yang dilakukan oleh Ibu-ibu KIKST dengan pengawasan langsung dari Ibu Penasehat. (Humas.st/Asd)