Kementerian Perindustrian gencar mendorong pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja (demand driven) saat ini. Upaya tersebut merupakan salah satu wujud pelaksanaan revolusi mental, sebagai gerakan nasional untuk membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, terutama dalam menghadapi era Industry 4.0.

“Pembangunan industri nasional tentu memerlukan ketersediaan SDM yang kompeten guna memacu produktitivas dan daya saing. Apalagi, tenaga kerja industri yang dibutuhkan sekarang semakin spesifik,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat meresmikan program vokasi industri di Kawasan Industri Makassar, Rabu, 16 Januari 2019.

Menperin menyampaikannya pada Peluncuran Program Pendidikan Vokasi yang Link and Match antara Industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

PT Semen Tonasa sebagai salah satu BUMN yang ada di Kawasan Timur Indonesia, sesuai program kementerian perindustrian terkait pembinaan dan pengembangan SMK, melalui program vokasi industri dimana setiap perusahaan, diminta membina sekolah SMK yg ada disekitarnya. Sekolah SMK yang dimaksud adalah SMK Muhammadiyah Bungoro, dan SMK 3 Minasatene.

Direktur Operasi Bambang Haryanto yang hadir diacara tersebut mengatakan bahwa kegiatan vokasi industri tersebut dinilai akan memudahkan para perusahaan di kawasan industri dalam mendapatkan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan saat ini.

Sebagai bentuk dukungan perusahaan industri terhadap program pembinaan dan pengembangan SMK yang link and match dengan industri, kami melakukan hibah mesin dan peralatan untuk mendukung praktik di SMK yang kita bina, urainya.

Humas.st