Penyerahan program pengengmbangan kelompok usaha pertukangan Desa Bulu Tellue Tahun 2021

PT Semen Tonasa dalam melaksanakan program TJSL-nya senantiasa dilakukan secara berkesinambungan serta menyasar berbagai lapisan masyarakat. Program TJSL yang disalurkan kepada masyarakat khususnya daerah Ring I ini dari masa ke masa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Terutama dalam hal peningkatkan kemandirian dan sosial ekonomi masyarakat sekitar.

Program TJSL PT Semen Tonasa dalam wadah “Tonasa Bersaudara”, telah merealisasikan berbagai program yang memberi manfaat kepada masyarakat. Dalam rangka monitoring program-program tersebut, dilaksanakan silaturrahmi antara jajaran manajemen PT Semen Tonasa dengan stakeholder, yang diramu dalam suasana persaudaraan dalam kebersamaan yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Oktober 2021, di beberapa desa, yaitu Desa Bulu Tellue, Desa Bulu Cindea dan Panggalungan Desa Tabo-Tabo. Kunjungan ini, selain melihat progress pelaksanaan program yang dilaksanakan, juga sebagai sarana silaturrahmi dengan stakeholder, sebagai tindaklanjut Silaturrahmi Forum Desa Lingkar dengan Direksi PT Semen Tonasa pada Kamis, 30 September 2021. Dalam kunjungan ini Dirut PT Semen Tonasa didampingi oleh GM Komunikasi & Hukum beserta staf, serta Forum Desa dan Tim Pendamping Lembaga Bina Lingkungan Indonesia – BINGKAI.

Mufti Arimurti dalam sambutannya, menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada masyarakat, aparat desa, dan forum desa, yang telah bersama-sama membangun kepercayaan terhadap Semen Tonasa, yang dalam menjalankan operasional perusahaan senantiasa bersinergi dengan masyarakat sekitar.

“Saya bahagia berada di sini bersama masyarakat dalam suasana yang sederhana dan nuansa kekeluargaan yang kuat. Kami beserta jajaran manajemen mengucapkan banyak terima kasih atas penerimaan kunjungan ini. Dan saya sangat mengapresiasi masyarakat, aparat dan forum desa atas sinergitas yang telah berjalan selama ini. Suasana pedesaan yang harmonis menjadi semangat kami untuk terus bersinergi dengan merealisasikan program-program ke depan yang lebih baik untuk masyarakat” ucap Ari.

Pada kunjungan tahap awal kali ini, rute peninjauan lokasi realisasi pelaksanaan program Renja 2021 yaitu di Desa Bulu Tellue untuk melihat realisasi program pengembangan usaha ayam petelur, bantuan peralatan pertukangan, dan pompanisasi. Untuk Desa Bulu Cindea yaitu realisasi program pembuatan jembatan penghubung antar desa, dan pengembangan ekowisata Mangrove Bulu Cindea. Sedangkan kunjungan ke Panggalungan Desa Tabo-Tabo yaitu realisasi program Elektrifikasi Tenaga Surya. Dari program-program tersebut, program Pengembangan Ekowisata Mangrove Bulu Cindea dan Elektrifikasi Tenaga Surya Desa Tabo-Tabo merupakan program unggulan multiyear.

Ari menambahkan, bahwa program TJSL yang telah direalisasikan, diharapkan dapat memberi dampak manfaat bagi masyarakat. Bagi program yang sifatnya membangun dan meningkatkan kemandirian, harapannya dapat menjadi salah satu roda penggerak ekonomi masyarakat. Bagi penerima manfaat, diharapkan menjadi influence membawa perubahan dalam masyarakat yang bertujuan meningkatkan tarap hidup masyarakat sekitar.

“Salah satu program unggulan multiyear yaitu Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Desa Bulu Cindea memberi manfaat besar baik bagi ekosistem laut maupun manfaat yang dihasilkan oleh Pohon Mangrove. Dengan pengembangan kawasan Ekowisata Mangrove, diharapkan kedepannya menjadi pintu ekowisata terbesar, yang dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar dan juga peningkatan hasil laut di pesisir pantai dengan kualitas terbaik.”

“Demikian pula halnya untuk pelaksanaan program Elektrifikasi Tenaga Surya di Panggalungan Desa Tabo-Tabo, jujur saya sangat terharu dengan tempat ini. Kami keluarga besar PT Semen Tonasa sangat bangga dengan terealisasinya program ini. Dengan kondisi alam yang cukup menantang serta keterbatasan infrastuktur yang ada, alhamdulillah program Elektrifikasi Tenaga Surya dapat terealisasi.”

“Kami bersyukur bahwa masyarakat Panggalungan Desa Tabo-Tabo dapat menikmati penerangan tahap pertama ini, baik untuk kebutuhan rumah tangga, komunikasi dan juga pendidikan. Anak-anak kita tidak lagi berjalan jauh untuk mendapatkan energi listrik untuk belajar. Mereka bisa lebih fokus dalam belajar dan mendapatkan informasi dari rumah. Semoga kami senantiasa dapat melakukan yang terbaik untuk masyarakat. Setetes air yang dihasilkan untuk kebutuhan masyarakat, ada do’a didalamnya.” ungkap Ari. (Humas.st/Saf)