Mesjid Raudathul Muttaqin dipenuhi jemaah dari Majelis Taklim Tonasa I, Majelis Taklim Bungoro, Majelis Taklim Annisa, Ibu-ibu KIKST, Karyawan dan karyawati PT. Semen Tonasa hadir bersama-sama untuk melakukan dzikir yang dipandu oleh ustadz dari ibu kota, Habib Mahmud Bin Umar Al Hamid dan KH. Muhammad Zein Irwanto, Senin, 2 November 2015. Dzikir yang berlangsung hikmat ini juga dihadiri oleh jajaran komisaris dan Direksi PT. Semen Tonasa.

Acara yang dihelat berkenaan dengan hari jadi PT. Semen Tonasa yang ke-47 ini adalah sebagai bentuk untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT seraya berdo”a kepadanya agar diberikan kelapangan dan keberkahan dalam melakukan aktifitas sehari-hari.

Usai dzikir, dilanjutkan dengan tauziyah singkat yang dibawakan oleh Ustadz Dr. KH. Rusli Amin, MA dari Jakarta yang inti tauziyahnya adalah mengajak para jemaah mencati Allah dan Rasul-Nya.

Ia mengatakan, “Dzikir yang kita lakukan ini akan menjadi perantara, arahan untuk menggapai pertolongan Allah SWT. Dzikir berarti ingat kepada Allah, dan dzikir yang paling utama adalah cinta, cinta kepada Allah tandanya selalu berdzikir kepada Allah. Jika kita cinta kepada Allah dan Rasul-Nya berarti kita memiliki kunci untuk masuk surga,” ungkapnya.

Ustadz Rusli juga menceritakan kisah Nabi Musa AS, bagaimana do”a dari orang tua salah satu sahabat Nabi ini membuatnya tergolong menjadi penghuni surga yang akan menjadi teman Nabi Musa pada hari kiamat. “Hal ini menjelaskan kepada kita bagaimana kekuatan dari do”a orang tua, jika Allah memberikan surga lewat do”a orang tua, Insya Allah keberkahan dunia akan diberikan Allah SWT,” sang Ustadz menambahkan. (Humas.st/Why)