PT Semen Tonasa kembali menyalurkan bantuan dana berupa pinjaman modal kerja kepada pengusaha mikro, kecil dan menengah di wilayah ring I, II, dan III, lingkup PT Semen Tonasa.

Penyerahan bantuan tahap IX tahun 2017 ini, dilakukan langsung Staf Ahli Direktur Utama PT Semen Tonasa, Arifin,SH di Ruang Rapat lantai 6 Kantor Pusat PT Semen Tonasa, Selasa (28/11).

Keseriusan PT Semen Tonasa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, utamanya para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) semakin terlihat. Ini dijumpai dari bantuan dana yang baru-baru ini dikucurkan sebanyak Rp1,4 milliar lebih untuk 67 UMKM baru dan lanjutan di Pangkep.

Untuk itu, dia berharap agar para penerima bantuan ini betul-betul memanfaatkan bantuan ini untuk pendanaan modal usaha, jangan digunakan untuk kebutuhan lain. Agar supaya usahanya bisa naik kelas daribusaha mikro menjadi usaha kecil dan dari usaha kecil menjadi usaha menengah, imbuhnya.

Ditambahkannya bantuan ini sejalan dengan strategi dan program pemerintah yang membangun pertumbuhan ekonomi mulai dari pinggiran,” tambahnya. Untuk itu PT. Semen Tonasa selalu mendukung dan berkomitmen membantu, serta sejalan dengan apa yang menjadi komitmen pemerintah daerah.

Pemerintah daerah Kabupaten Pangkep sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh perusahaan seperti semen tonasa. Ini membuktikan bahwa perusahaan plat merah ini tidak hanya meraup keuntungan saja tetapi tetap memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang ada disekitarnya dengan membantu para usaha kecil menengah berupa bantuan modal kerja, urai Dewa Bochari Kadis Koperasi Mikro Kecil dan Menengah Kab. Pangkep.

Ditambahkan olehnya bahwa bantuan pinjaman yang diberikan PT. Semen Tonasa kepada para pelaku usaha mikro memiliki manfaat yang sangat penting untuk mendorong perputaran dan pertumbuhan perekonomian di Pangkep yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat, untuk itu kita wajib bersyukur atas kehadiran Semen Tonasa di daerah kita.

Perusahaan persemenan ini mempunyai andil yang sangat besar dalam menumbuh kembangkan usaha mikro dan usaha kecil dalam hal permodalan, karena bilamana UMKM tumbuh dan betkembang maka pendapatan masyarakat akan bertambah sehingga persoalan kemiskinan dapat teratasi urainya. (Humas.st/Saf)