Kebudayaan adalah merupakan identitas suatu daerah yang perlu untuk dilestarikan. PT Semen Tonasa sebagai perusahaan industri yang beroperasi di kawasan timur Indonesia sangat mendukung pengembangan kebudayaan utamanya masyarakat yang berada disekitarnya.

Melalui program CSR Tonasa Bersaudara pada pilar Tonasa Bersahaja, PT Semen Tonasa menunjukkan kepeduliannya dengan membangun Sanggar Seni di Desa Biring Ere, Kec. Bungoro, Kab, Pangkep.

Sanggar Seni yang diresmikan pada Rabu, 16 November 2016 ini dihadiri oleh Bupati Kab. Pangkep Syamsuddin Hamid, SE dan Wakil Bupati Kab. Pangkep Syahban Sammana, Forkompinda Kab. Pangkep, Direktur Produksi PT Semen Tonasa Ir. Joko Sulistiyanto, Kepala Departemen CSR dan Umum Ferry Djufry, SE, dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, Sanggar Seni atau Baruga yang dibuat atas bantuan CSR PT Semen Tonasa melalui program CSR Tonasa Bersaudara ini seiring dengan program visi Pemerintah Kab. Pangkep, dimana baruga ini selain untuk membudayakan seni daerah juga amat baik dalam memupuk silaturahmi sekaligus sebagai wadah untuk saling bertukar pikiran menyelesaikan masalah-masalah untuk kemajuan dan kepentingan bersama.

“Dengan adanya rumah adat ini pula, kita akan menggali budaya dan harus dilakukan agar budaya kita tidak hilang, dan tanpa budaya maka kita tidak akan dikenal lagi, dan dengan budaya yang kita miliki tentulah akan lebih mempererat kebersamaan dan persatuan kita,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Direktur Produksi PT Semen Tonasa Ir. Joko Sulistiyanto mengatakan, “keberadaan PT Semen Tonasa yang bisa terus berkembang sampai sekarang itu adalah tidak terlepas dari dukungan dan sumbangsih dari seluruh stakeholder termasuk warga desa Biring Ere. Budaya yang besar dan beranekaragam yang tidak dimiliki oleh negara lain ini patut kita banggakan karena budaya kita adalah budaya yang besar dan beranekaragam, dan yang terpenting adalah kita bisa terus hidup layak dan berdampingan,” ungkapnya.

Pak Joko juga tidak lupa mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh pihak atas partisipasi dan dukungannya sehingga pembangunan sanggar seni ini bisa berjalan dengan baik hingga selesai dan diresmikan.

Dikoridor yang sama Ketua Adat Tokoh Masyarakat Desa Borong Untie – Biring Ere AS Simpuang Ago mengatakan, amat berterima kasih kepada PT Semen Tonasa yang telah peduli terhadap budaya yang ada pada masyarakat, utamanya kami disini yang memang memiliki budaya yang berbeda dengan daerah lainnya.

Acara ini amat menarik dengan banyaknya kegiatan-kegiatan ritual memasuki rumah baru, diantaranya baruga / sanggar seni yang dibuat ini diibaratkan Kabbah dan beberapa orang terdiri atas laki-laki dan perempuan mengelilingi baruga tersebut ibarat melakukan tawaf dengan membawa aneka sarung yang dijejer dan diikat pada sebatang bambu diujungnya digantungkan dua buah kelapa muda. Ibu-ibu menciptakan bunyi-bunyian dari alat bambu (lae-lae), dan alat lainnya yang terbuat dari logam, dengan menggunakan baju adat tradisional Bugis-Makassar.

Ada pula yang membakar dupa ditaruh disudut-sudut dan di depan baruga, kemudian pemilik baruga disambut dengan angngaru oleh tiga orang yang masing-masing menghunuskan senjata tajam khas Makassar (badik) seraya melantungkan syair-syair yang memiliki makna tertentu. Disamping itu, juga ditampilkan beberapa tari-tarian adat dan yang terakhir adalah adu ayam jantan (assaung). (Humas.st/Why&Jr)