Sebagai salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT. Semen Tonasa tidak hanya dituntut meraup keuntungan semata. Tetapi, manajemen PT. Semen Tonasa juga dituntut untuk terlibat dalam pembangunan daerah.

Keterlibatan dalam pembangunan daerah tersebut juga telah dibuktikan oleh manajemen PT Semen Tonasa, dengan berpartisipasi dalam pameran Real Estate Indonesia (REI) expo 2015 yang dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) REI Sulsel, selama lima hari dan dimulai tanggal 18-22 Maret 2015 di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.

Selain mempromosikan produk semennya, PT. Semen Tonasa yang merupakan Perusahaan Semen Terbesar Di Kawasan Timur Indonesia (KTI) juga  berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,  membuka layanan informasi bagi mereka yang mau membangun rumah tapi belum mengetahui berapa estimasi biayanya.

Kepala Biro (Karo) PAP PT. Semen Tonasa, Andi Chaeruddin mengatakan, dalam pameran REI expo kali ini, Kami mempromosikan dua produk semen, salah satu diantaranya adalah PCC yang cocok untuk bangunan perumahan yang telah terbukti kualitasnya. Namun kali ini, produknya dikemas dengan kemasan baru yang lebih segar (Fresh). “Produk kita ini ramah terhadap lingkungan, jadi cocok sebagai solusi dalam membangun rumah, proyek pembangunan jalan dan lainnya. Kualitasnya sesuai dengan standar SOP,” urainya.

Chaeruddin juga menambahkan, selain itu produknya juga kedap air, penggunaannya lebih efisien, pengerjaannya lebih mudah dan dapat digunakan untuk pengerjaan beton mutu tinggi. Seperti bangunan pencakar langit.

Event REI Expo 2015 ini dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel, Agus Arifin Nu”mang. Menurutnya, pengurus REI jangan hanya menggelar pameran perumahan terpusat di Makassar. Pasalnya, di daerah juga banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang membutuhkan perumahan. “Kegiatan seperti ini, jangan cuma dilaksanakan di mall saja. Tapi laksanakan juga di Kabupaten. Itu bisa jadi prospek bagi pengembang dan pelaku usaha,” katanya.

Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar US, lanjut dia, saat ini tentunya akan berpengaruh pada sektor industri. “Tapi ini bisa diakali. Cari konstruksi perumahan yang bukan impor, kalau semen sudah bagus. Kita berharap, prospek perumahan tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu,” harapnya.

Sementara Ketua DPD REI Sulsel, Arief Mone menuturkan, tahun ini pihaknya berharap dapat menggelar pameran yang sama di empat kabupaten/kota. Yakni, Kabupaten Bone, Bulukumba dan Kota Pare-pare serta Palopo. Langkah tersebut, kata dia, untuk mengejar backlog perumahan Sulsel yang saat ini mencapai 375 ribu unit. “Ini sudah masuk dalam rencana kerja REI Sulsel. Dari target 10 ribu unit untuk perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan itu masih kecil dari jumlah blacklog tadi. Apalagi, tahun ini pemerintah pusat menargetkan pembangunan satu juta unit perumahan bersubsidi.

“Tren penjualan perumahan periode Januari hingga Februari tahun ini cenderung melambat. Tetapi, dengan kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi awal untuk mendongkrak penjualan. Apalagi, REI Expo merupakan satu-satunya event perumahan di awal tahun 2015 ini,” pungkasnya. (Humas ST/Safri)