PT. Semen Tonasa kembali menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp. 217 juta kepada korban bencana banjir bandang Bima yang diserahkan langsung oleh Sekretaris Perusahaan H. Muh. Arifin, SH bersama tim melalui perwakilan Yayasan Rausan Fikran dan Yayasan Pendidikan Samudra Ilmu Bima, Jum’at, 13 Januari 2017.

Bantuan uang tunai itu merupakan dana yang terkumpul dari sumbangan direksi dan karyawan PT Semen Tonasa.

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Semen Tonasa H. Muh. Arifin, SH, “Kami datang kesini besama tim untuk melihat dan menyerahkan langsung, saudara kita yang ditimpa musibah banjir bandang. Dengan bantuan ini kami berharap akan mampu meringankan beban korban. Ini adalah sebagai bentuk kepedulian PT Semen Tonasa terhadap sesama,” ungkapnya.

Lanjut Arifin, “Bantuan ini berupa uang tunai sebesar Rp. 217 juta melalui dua yayasan yang akan menyalurkan langsung kepada korban sehingga tepat sasaran. Tidak hanya uang tunai, kami juga memberikan bantuan baju kaos 150 lembar yang sebelumnya bantuan serupa sebanyak 500 lembar telah disalurkan melalui tim kami yang lain ke Panti Asuhan Al-Ikhlas,” ujarnya.

“Agar tetap sabar dalam menghadapai cobaan, karena cobaan itu adalah ujian dari Allah SWT yang ingin melihat bagaimana ketakwaan hambanya, karena pasti ada hikmah dibalik setiap cobaan.,” tambahnya.

Kedua lembaga sosial ini dipilih sebagai mitra penyaluran bantuan karena memiliki sumber daya dan pengalaman memadai serta reputasi yang baik dalam membantu masyarakat selama ini baik dalam kondisi ada bencana maupun tidak.

Adapun skema bantuan yang difokuskan untuk perbaikan infrastruktur ekonomi pasca bencana seperti halnya juga di Aceh karena pertimbangan aspek ini tidak banyak yang menyentuhnya seperti halnya bantuan evakuasi selama masa bencana berupa droping logistik kebutuhan sehari-sehari.

Dengan masuknya kita ke aspek ini dapat mempercepat para pengusaha mikro dan kecil korban bencana bangkit dari keterpurukan sehingga menjadi mandiri kembali. Disisi lain, dengan kembalinya mereka beraktifitas akan mempercepat pula masyarakat memperoleh kebutuhannya melalai produk yang mereka perdagangkan.