Dalam menghadapi ketatnya persaingan industri semen saat ini, Direktur Utama PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Rizkan Chandra mengunjungi PT Semen Tonasa sebagai kunjungan kerja, sekaligus memberikan arahan agar setiap OpCo bisa lebih siap dan percaya diri, Senin, 23 Mei 2016.

Kegiatan yang digelar di ruang rapat lantai 6 Kantor Pusat PT Semen Tonasa ini dihadiri jajaran Direksi serta Staf Pimpinan PT Semen Indonesia, jajaran Direksi PT Semen Tonasa, dan jajaran Eselon 1, 2 dan 3 PT Semen Tonasa.

Direktur Utama PT Semen Tonasa Ir. Andi Unggul Attas, MBA mengatakan bahwa, kunjungan Direksi PT Semen Indonesia ke PT Semen Tonasa adalah merupakan suatu kebahagiaan bagi perusahaan yang beroperasi di daerah Kab. Pangkep ini.

Lanjut Unggul, “melihat kedepan bagaimana Semen Indonesia Group jauh lebih baik kedepan dibandingkan sekarang ini. Tentu sinergi harus selalu ditingkatkan dalam memajukan SMIG, karena seperti yang diketahui dengan menurunnya demand dan munculnya pemain-pemain baru, persaingan industri menjadi semakin ketat, olehnya itu kita perlu mendengarkan arahan dari Direksi SMI untuk mengembangkan SMIG.

Sementara itu, dalam arahannya, Direktur Utama PT Semen Indonesia Rizkan Chandra mengatakan bahwa, dalam menghadapi persaingan industri semen saat ini, kita perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk perubahan kearah yang lebih baik. Dan yang perlu diperhatikan serta kita tingkatkan adalah kualitas produk, menjadi perusahaan green baik dalam proses produksi maupun pada produk yang dihasilkan, dan bagaimana PT Semen Tonasa menjadi perusahaan paling “Indonesia” dibandingkan perusahaan lainnya.

Pria kelahiran 1968 ini juga mengharapkan agar PT Semen Tonasa dapat melakukan pendekatan kepada pelanggan sebagai langkah untuk memenangkan pasar, melakukan inovasi, keunggulan dengan biaya operasional yang efisien, dan peningkatan sinergi SMIG, sebagai langkah strategis.

Rizkan juga memberikan motivasi pada karyawan, dengan menyampaikan kutipan dari seorang tokoh Manajemen Modern Peter F. Drucker, yaitu “If You Wont Something New, You Have To Stop Doing Something Old” yang berarti, “Jika Kamu Menginginkan Sesuatu Yang Baru, Kamu Harus Berhenti Dengan Cara Lama,”. (Humas.st/Why)