KIKST adakan Parenting Keluarga yang bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dakwah Al-Islamiyah, berlangsung di Gedung Diklat Lantai 2 Tonasa Biringere Pangkep, 20/09/2019.

Di era milenial saat ini, mendidik anak merupakan hal yang cukup sulit. Karena pada masa sekarang, perkembangan teknologi semakin pesat dan lebih memudahkan manusia.

Kendati, melihat kondisi saat ini KIKST (Kerukunan Istri Karyawan Semen Tonasa) tentunya tidak tinggal diam. Parenting keluarga yang dilaksanakan, merupakan bentuk pembelajaran pengasuhan interaksi antara orang tua dan anak yang meliputi aktivitas memberi petunjuk, memberi makan, memberi pakaian, melindungi anak saat mereka tumbuh berkembang.

Sukmawati menjelaskan bahwa, Saat ini ada beberapa faktor yang menyulitkan para orang tua mendidik anaknya yaitu karena anak lebih sering berinteraksi dengan gawai ketimbang dengan sesama temannya, kurangnya waktu luang untuk duduk bersama anak dan memberikan nasehat kepadanya,pungkasnya.

Dikutip dari laman kompasiana.com, sekitar 98 persen anak dan remaja di Indonesia tidak memahami ilmu Agama, dan sekitar 79,5 persen diantarnya adalah anak-anak yang lebih memahami penggunaan internet. Hal ini menjadi satu kewajiban tanggung jawab dari fungsi pengawasan orang tua.

Pada hakikatnya anak merupakan anugerah terindah yang harus kita syukuri yang diberikan kepada Allah Swt. Rasulullah bersabda, “setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” ( HR. Al-Bukhari).

Dari Parenting keluarga ini, orang tua lebih bertanggung jawab lagi, untuk memenuhi kebutuhan anaknya, seperti mengajari, mengarahkan, serta mendidik.

Dari pola pengasuhan itulah maka anak-anak akan menjadi manusia yang sehat, cerdas, berkarakter mulia, berakhlak serta mampu menjadi generasi kuat bukan generasi yang lemah dan memiliki masa depan yang cerah, imbuhnya. (Humas.st/AFR)