Apel peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Provinsi Sulawesi Selatan dipusatkan di kantor Pusat PT Semen Tonasa Kab. Pangkep, Rabu (12/2). Acara tersebut berlangsung di ruang Auditorium Kantor Pusat PT Semen Tonasa dengan mengangkat Tema dari Bulan K3 tahun 2014 yaitu 

Wujudkan Budaya K3 untuk Menjamin Stabilitas Usaha Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Sosial

Apel bulan K3 dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang sebagai inspektur upacara. Apel Bulan K3 Nasional diikuti oleh Wakil Bupati Pangkep, Muspida Provinsi, Muspida Kabupaten Pangkep, perwakilan sejumlah perusahaan-perusahaan di Sulsel seperti PT Vale, PT Bosowa Grup, PT Indofood, Pertamina, Bank Panin hingga tuan rumah PT Semen Tonasa.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan mengharapkan semua pihak terutama perusahaan-perusahaan se-Sulawesi Selatan hendaknya memikirkan lebih jauh tentang Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), hal ini akan berdampak pada kemajuan Perusahaan dan Kesejahteraan Karyawan.

Tingkat Kecelakaan Kerja di Sulsel masih relatif tinggi. Bahkan kasus-kasus yang terdata sepanjang tahun 2013 lalu mencapai 492 kasus. Total santunan yang dikeluarkan pemerintah pun mencapai Rp 6,622 miliar. Agus menjelaskan bahawa rincian data kecelakaan setiap tahunnya memang relatif berkurang sejak 4 tahun lalu. Namun angka tersebut masih relatif besar di Sulsel. “Pada 2010 lalu, sebanyak 534 kasus, 2011: 501 kasus, 2012: 912 kasus dan 2013: 492 kasus”. Dari data itu dapat disimpulkan bahwa tingkat kecelakan setiap tahunnya berkurang tetapi angka santunan yang besar menunjukkan bahawa kecelakaan yang terjadi sangat fatal. “Mencermati hal itu, saya mengajak pemimpin perusahaan, pekerja, pemangku kepentingan dan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan kecelakaan kerja melalui penerapan standar K3,” ajaknya.

Agus juga mengatakan dalam Proses Produksi, semua Perusahaan perlu melihat ketentuan yang berlaku secara Nasional, bahkan saat ini semua Perusahaan harus mengikuti standard ISO (Quality Manajement System) atau Sistem Manajemen Mutu. Adapun manfaat dari Perusahaan yang telah melaksanakan ISO adalah untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan, jaminan kualitas produk dan meningkatkan produktivitas perusahaan. Selain itu adanya sistem manajemen mutu yang dipedomani mendorong adanya peningkatan motivasi kerja, moral dan kinerja karyawan, sehingga karyawan merasa ikut memiliki dan menjaga aset- aset perusahaan tersebut.

Sementara itu, Direktur Utama PT Semen Tonasa, Ir. A. Unggul Attas, MBA yang dimintai keterangan oleh Tim Orbit, menguraikan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup dan ma-syarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan risiko kecelakaan kerja (zero accident). Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang.

Mengembangkan kesadaran K3 pada setiap karyawan tidak cukup dengan satu dua kali briefing K3, setumpuk prosedur dan aturan kerja dan bahkan tak cukup dengan punishment. â€œKesadaran adalah masalah kepercayaan dan nilai-nilai yang ada dalam diri karyawan. Merubahnya jauh lebih sulit dari merubah bentuk baja. Bentuk-bentuk pemaksaan bisa merubah apa yang dilakukan, tapi tidak bisa merubah apa yang ada dalam pikiran”, urainya.

Diakhir peringatan Hari K3 Nasional ini, Wakil Gubernur didampingi Wakil Bupati Pangkep dan Jajaran Management PT Semen Tonasa turut memberikan penghargaan kepada sejumlah perusahaan yang berhasil mengurangi tingkat kecelakaan kerja. (saf)